Text
Namaku Alam
Hari gelap. Langit berwarna hitam dengan semburat garis ungu. Bulan bersembunyi
di balik ranting pohon randu. Sekumpulan burung nasar bertengger di pagar kawat.
Mereka mencium aroma manusia yang nyaris jadi mayat bercampur dengan bau
mesiu. Terdengar lolongan anjing berkepanjangan. Empat orang berseragam berbaris
rapi, masing-masing berdiri dengan senapan yang diarahkan kepada Bapak. Hanya
satu senapan berisi peluru mematikan. Selebihnya, peluru karet. Tak satu pun di
antara keempat lelaki itu tahu siapa yang kelak menghentikan hidup Bapak.
Tidak tersedia versi lain